Tuesday, 6 June 2017
Beasiswa S1 Dunia
Melanjutkan
pendidikan ke Perguruan Tinggi memang dirasa penting, terutama bagi mereka
lulusan SMA. Di Indonesia sendiri ada beberapa jalur masuk perguruan tinggi,
yaitu SNMPTN, SBMPTN, dan mungkin ujian mandiri yang diselenggarakan oleh
beberapa universitas saja. Namun jika kita meng-explore lebih, banyak lho
beasiswa-beasiswa untuk melanjutkan pendidikan S1 (undergraduate) di luar
negeri, dan yang lebih pentingnya lagi ini BEASISWA ! Kalian gak harus
ngebebanin orang tua kalian dalam biaya perkuliahan, atau paling tidak
meminimalisir biaya perkuliahan yang harus orang tua bayar. Yuk langsung saja
kita bahas satu persatu beasiswa-beasiswa S1 dunia yang sudah saya ringkas 😃
1. Türkiye Bursları
Beasiswa
ini diselenggarakan oleh Yurtdışı Türkler ve Akraba Topluluklar Başkanlığı
(YTB) atau Repbulic of Turkiye Prime Ministry Presidency Turks Aboard and
Related Communities semacam Kementrian Luar Negerinya Turki gitu. Beasiswa ini
bersifat fully funded yang menanggung biaya pendidikan, biaya hidup, tempat
tinggal jika tinggal di asrama pemerintah, tiket pesawat pada saat
keberangkatan dan pada saat nanti lulus dan pulang ke negeri asalnya, dan biaya
belajar bahasa Turki selama setahun.
Seleksi beasiswa YTB ini terdiri dari dua
tahap, yaitu tahap seleksi berkas dan tahap interview. Untuk seleksi berkas,
dokumen yang dibutuhkan seperti kartu identitas (Paspor/KTP/KK/Akta kelahiran),
transkrip nilai SMA, Ijazah (kalau sudah ada), surat rekomendasi, dan
sertifikat, oh iya diusahakan semua dokumennya ditranslate kedalam bahasa
Inggris ya, kecuali sertifikat dan kartu identitas.
Setelah
lolos tahap seleksi berkas ini, maka akan lanjut ke tahap interview yang
biasanya lokasinya di Kedubes Turki di Jakarta, tapi untuk tahun 2017 ini
lokasinya di JS Luwangsa Hotel Jakarta. Kemudian setelah interview, kita akan
menunggu selama beberapa bulan sampai pengumuman akhir diumumkan.
Oh
iya, kebetulan sekarang ini saya sedang dalam proses seleksi beasiswa ini,
Alhamdulillah sekarang sedang menunggu pengumuman akhirnya setelah kemarin
tanggal 9 Mei 2017 proses interview dilaksanakan. Mohon doanya ya teman-teman
agar saya dapat lolos beasiswa ini. InsyaAllah saya akan menulis tentang
beasiswa ini lebih lengkap pada postingan berikutnya.
Link
beasiswa Turki : https://www.turkiyeburslari.gov.tr/en/english-home/.
2.
Monbukagakusho
Yup,
dari namanya kita bisa menebak beasiswa ini diberikan oleh pemerintah Jepang. Beasiswa
ini juga bersifat fully funded, fasilitas yang diberikan hampir sama dengan
beasiswa Turki, tapi tidak termasuk asrama cmiiw. Sebelum masuk univ yang
dituju, penerima beasiswa ini pun akan belajar bahasa Jepang dulu selama
setahun. Ada syarat khusus untuk mendaftar beasiswa ini, jika kalian ingin
mendaftar untuk program S1, rata-rata nilai UN kalian minimal 8,4, dan jika
ingin mendaftar program D3 atau D2, rata-rata nilai UN kalian minimal 8,0. Jujur
saja saya tidak jadi mendaftar beasiswa ini karena saya ingin mendaftar program
S1 tapi rata-rata nilai UN saya kurang dari 8,4 walaupun kurang 0,sekian 😅.
Untuk
seleksinya pertama yang pasti seleksi berkas, kemudian setelah lolos seleksi
berkas akan ada tes tertulis, dan jika lolos tes tertulis akan ada seleksi
interview. Untuk lebih lengkapnya kalian bisa cek di link berikut : http://www.id.emb-japan.go.jp/sch_slta2018.html.
Ganbatteee ! hehe 💪
3.
Mitsui
Bussan
Mitsui
Bussan ini adalah beasiswa bagi kalian yang ingin melanjutkan pendidikan kalian
ke Jepang yang diselenggarakan oleh Mitsui & Co., Ltd. Beasiswa ini juga
fully funded, mencakup biaya pendidikan, tiket pesawat ke Jepang, akomodasi,
dll. Tapi jujur saja, persaingan untuk memperbutkan beasiswa ini sangat-sangat
ketat, karena pada akhirnya hanya akan menyisakan DUA pendaftar saja yang akan
dinobatkan sebagai Awardee Mitsui Bussan Scholarship ini.
Untuk
seleksinya sendiri dimulai dari seleksi berkas, tes tulis yang terdiri dari
Matematika dan Bahasa Inggris, tes psikologi dan kesehatan, dan terakhir
seleksi interview. Saya sempat mendaftar beasiswa ini, akan tetapi karena
mungkin saya kurang begitu mempersiapkan untuk beasiswa ini, saya tidak lolos
walaupun hanya seleksi berkas. Oke, buat yang penasaran lebih lanjut tentang
beasiswa ini, bisa dicek di web resminya Mitsui Bussan : https://www.mbkscholarship-id.com/.
4.
Chinese
Government Scholarship
Beasiswa
pemerintah China ini bersifat fully funded, mencakup biaya kuliah, tempat
tinggal, buku, asuransi kesehatan, dan tentunya uang saku, tapi tanpa
tiket pesawat. Oh iya kalau saya tidak salah, beasiswa ini hanya ada seleksi berkas
saja lho, tanpa seleksi interview, kecuali kalau ada universitas yang
mengharuskan interview. Untuk informasi lebih lanjut bisa dicek di blog yang
membahas beasiswa ini secara lengkap, linknya : https://beasiswachina.wordpress.com/.
5.
Korean
Government Scholarship Program (KGSP)
Beasiswa
ini cocok banget buat kalian yang pengen banget kuliah di Korea Selatan.
Beasiswa ini juga bersifat fully funded mencakup biaya pendidikan, tunjangan
kedatangan dan kepulangan, biaya hidup, tiket pesawat, dll. Karena saya tidak
daftar beasiswa ini, selengkapnya dapat dilihat di web resminya : http://www.niied.go.kr/eng/contents.do?contentsNo=78&menuNo=349.
Selain
beasiswa-beasiswa di atas yang sudah saya sebutkan, masih banyak lagi
beasiswa-beasiswa untuk undergraduate program seperti Beasiswa Pemerintah Russia, Beasiswa Pemerintah Brunei Darussalam,
Beasiswa Pemerintah Republik Ceko, dan beasiswa yang diselenggarakan oleh
beberapa universitas tertentu. Namun saya tidak dapat menjelaskannya satu
persatu, karena selain banyak sekali, saya pun tidak daftar semua program
beasiswa tersebut. Jika kalian tertarik, silakan cari informasinya sendiri ya,
jangan jadi pejuang malas !
Jadi untuk
teman-teman yang membaca tulisan ini saya berpesan jangan takut untuk
melanjutkan pendidikan kalian ! Sekarang ini sudah banyak beasiswa-beasiswa
yang bertebaran, apalagi kita juga berkesempatan untuk belajar di negeri orang,
gratis pula. Sekarang tinggal kalian yang menentukan, berani untuk mencoba atau
diam dan membuang kesempatan yang kalian punya ? Intinya jangan takut untuk
mencoba dan jangan takut untuk bermimpi ! Semangaaatt !
It's big world out there, it would be a shame not to experience it.
Wednesday, 31 May 2017
Cerpen : Mimpi
MIMPI
KARYA TAUFIK MUHAMAD Y
Mimpi,
semua orang di dunia ini pasti mempunyai mimpi, namun ada yang bangun dan
berusaha mengejar mimpinya hingga dia bisa mewujudkannya, ada juga yang hanya
bermimpi dalam tidurnya tanpa mau berusaha.
Mentari mengintip di celah-celah rumahku
yang terbuat dari bambu. Sebenarnya rumah sederhana ini bukan milikku, tetapi
milik Kakek dan Nenekku. Lalu kemana kedua orang tuaku ? Ayahku meninggal
ketika aku berusia 6 tahun, hal ini membuat ibuku membuat sebuah keputusan yang
sangat menentukan, keputusan yang membuat hatinya berperang, hingga akhirnya
tekad ibuku sudah bulat, dan keputusan itu terlontar dari bibirnya yang merah
karena diselimuti pembuluh darah. Ibuku memutuskan untuk menjadi pahlawan,
pahlawan devisa bagi negara, sekaligus pahlawan berhati intan bagi keluarga,
teruatama bagi diriku anak semata wayangnya.
Almarhum ayahku adalah seorang pelaut,
belialulah yang mengajarkanku bagaimana menaklukan ombak kehidupan yang ganas,
melawan badai yang menerjang dengan tekad dan semangat seorang pejuang, dan
ayahkupun mengajarkanku tentang butiran berlian di langit gelap yang menari
dengan harmoni sehingga membentuk pola yang indah, itulah yang kita kenal
sebagai rasi bintang.
Oh ya, perkenalkan namaku Muhammad Ayyas,
aku adalah pemuda sederhana yang mempunyai banyak mimpi dan cita-cita, walaupun
aku selalu bertanya bagaimana cara aku untuk mewujudkan semuanya. Sejak waktu
membuatku tak bisa bersama dengan ayah dan ibuku, kini aku tinggal bersama
kakek dan nenekku. Merekalah yang membuatku seperti ini, tak lupa bantuan dari
ibuku yang mengais rezeki di negeri Jerman. Hingga akhirnya aku bisa merasakan
pendidikan di tingkat sekolah menengah atas. Mencapai ini semua tak semudah
membalikan telapak tangan, aku harus berjalan setapak demi setapak untuk
mencapai puncak. Karena nyaris saja aku tak bisa melanjutkan sekolahku karena
lagi-lagi faktor ekonomi yang tak mengizinkan. Tapi ternyata Allah mempunyai
rencana yang indah, hingga aku bisa mengenal masa-masa putih abu yang penuh
cerita dan mebuatku jatuh cinta pada ilmu yang bernama astronomi yang
mengantarkanku pada masa keemasanku.
Rembulan mulai menampakkan diri, menjadi
sumber cahaya di tengah kegelapan malam yang menenangkan, ditemani miliaran
bintang yang berlari-lari membentuk sebuah konstelasi. Mereka siap menjadi
saksi akan semua mimpi-mimpiku. Hingga bintang jatuh pun yang sebenarnya
hanyalah meteor yang ingin menghampiri bumi pun ikut menghantarkan mimpi ini
tuk disampaikan pada Illahi Rabbi. Inilah kebiasaanku saat malam hari,
menikmati maha karya Allah yang tiada tertandingi, sembari merangkai kenanganku
bersama ayah yang selalu mengajarkanku pengetahuan mengenai bintang-bintang.
Tak jarang nenekku selalu marah, karena aku terlalu asyik bercengkrama dengan
malam.
“Ayyas ! Cepat masuk ke dalama rumah, ini
sudah malam, cepat tidur nak !” tegur nenek dengan lirih.
“Iya Nek, sebentar lagi Ayyas masuk, Ayyas
sedang mencari Deneb, Vega, dan Altair.
Hari ini mereka membentuk segitiga musim panas Nek,” jawabku karena ingin
mengulur waktu.
Oh ya, mimpi terbesarku kali ini cukup
sederhana, aku hanya ingin bertemu dengan permata hati yang sudah lama pergi ke
negeri tempat berdirinya Nazi hanya untuk mencari rezeki.Tapi bagaimana caraku
untuk mewujudkannya, rasanya mustahil bagi pemuda sepertiku untuk pergi ke
sana. Jangankan untuk membeli tiket pesawat, untuk pergi ke sekolah saja
terkadang aku harus berjalan kaki. Tapi aku tetap yakin, kalau Allah
mengizinkanku pasti aku bisa bertemu dengan ibu. Aku percaya Allah telah
menyiapkan rencana yang sangat indah yang entah kapan terjadinya.
Masa SMA membawaku pada sebuah kompetisi
yang dikenal dengan Olimpiade Sains Nasional. Hati dan pikiran ini bercampur
aduk bagaikan larutan kimia yang dicampurkan dan menghasilkan sebuah ledakan
ketika aku tahu bahwa sekolah menunjukku sebagai perwakilan pada bidang
Astronomi.
“Yas, bulan depan akan ada OSN , nah kamu
mau ya kalau menjadi perwakilan sekolah kita di bidang astronomi,” sahut Pak
Arif guru fisikaku, karena memang di SMA tidak ada matapelajaran astronomi.
Seketika aku mematung seolah ada gravitasi
yang mencengkramku dengan sangat kuat. Otakku berputar dengan hebat memikirkan
jawaban dari pertanyaan Pak Arif. Namun setelah lama hati dan pikiran ini
berdebat akhirnya aku memberanikan diri untuk mencoba.
“Baik Pak, Insyaallah saya siap, mohon
bimbingannya ya Pak,” kata-kata itu terucap dari bibirku yang kaku begitu saja.
Teman-temanku bertambah banyak, selain
indahnya langit malam kini hadir tumpukan buku serta kalkulator yang selalu
setia menemainku. Tak lupa juga Raka dan Aufa, mereka dua orang sahabat yang
selalu memberiku semangat, ya mereka juga perwakilan sekolah di ajang OSN ini,
Raka di bidang kebumian dan aufa di bidang fisika. Tak jarang kami pun sering
belajar sampai malam di sekolah. Menghabiskan waktu bersama, sambil bercerita,
dan tak jarang kamipun sering dihantui perasaan yang sama, ya takut akan
kegagalan.
Hari terlalu cepat berlari seakan ingin
memburuku untuk meraih mimpiku ini. Semangatku semakin memuncak setelah aku
tahu bahwa ternyata peraih juara di ajang olimpiade ini akan menjadi perwakilan
Indonesia di olimpiade internasional. Dan kejutan terus berlanjut karena
ternyata untuk International Olympiad on
Astronomy and Astrophysic (IOAA) atau olimpiade internasional bidang astronomi
dan astrofisika tahun depan diselenggarakan di negeri panzer Jerman. Betapa
bahagianya aku bagaikan terbang menembus atmosfer bumi, karena mungkin saja di
ajang ini aku bisa bertemu ibu.
“Ayyas, kamu pasti bisa ! Tidak ada yang
mustahil di dunia ini dan ingat kamu harus tetap ikhtiar dan tawakal untuk
mewujudkan mimpimu itu !” tekadku dalam hati.
Sepertinya sang waktu terlalu cepat tuk
berlalu, hingga akhirnya hariku untuk berjuang di medan perangpun tiba. Hari
ini ku kumpulkan tekad dan semangat untuk menaklukan rangkaian soal-soal yang
sudah panitia persiapkan. Tak lupa aku meminta restu pada kakek dan nenek agar
selalu mendoakan cucunya ini yang penuh harap. Hari ini aku siap berhadapan
dengan berbagai tes yang akan dilaksanakan. Mulai dari tes teori yang berisikan
rangkaian kata dan angka hingga tes observasi yang akan mempertemukanku dengan
sahabatku bintang-bintang dan langit malam.
Tes observasi pun dimulai, disini aku
dihadapkan dengan soal sebanyak 30 buah dengan waktu 3 jam. Walaupun tes teori
ini tidak mudah untuk dikalahkan tapi aku tetap berusaha untuk menjawab
semuanya, hingga akhirnya tes teori pun selesai. Tes selanjutnya adalah tes
observasi yang dilakukan di lapangan. Aku diminta untuk menunjukkan rasi-rasi
bintang yang sudah akrab denganku, seperti Orion
sang pemburu, Crux rasi layang-layang
penunjuk arah selatan, Scorpius si
kalajengking, dan masih banyak lagi. Hingga akhirnya rangkaian tes pun telah
selesai dilaksanakan. Dan aku hanya tinggal menunggu pengumuman yang sangat
menetukan, hasil dari olimpiade ini akan diumumkan secara online sekitar 2 minggu yang akan datang.
Jarum jam terus berotasi hingga akhirnya
hari yang menentukan itu tiba. Aku meminta Raka untuk membuka hasil tersebut di
suatu situs web yang sudah ditentukan, dengan alasan aku terlalu takut untuk
melihat hasilnya sendiri dan akupun tidak punya komputer atau handphone untuk
mengakses pengumumannya. Esoknya Raka memberitahuku mengenai hasilnya. Saat
itulah gelombang bunyi yang dihasilkan Raka terpantul berulang kali dalam
sebuah mekanisme pendengaran milikku, menjalar melewati saluran telinga,
bergetar hebat di Membran Timpani, diterima oleh Tulang Sanggurdi, dijamu oleh
suatu saluran bernama Kanalis Semisirkularis dan diperbolehkan masuk oleh pusat
sistem syaraf yang bernama cukup singkat : otak. Ya, aku dinyatakan menjuarai
olimpiade ini dan mendapatkan medali emas. Seketika tubuhku terpaku dan
bergetar hebat bagaikan lempengan hati dan pikiran yang sedang bertabrakan
menghasilkan gempa yang dahsyat.
Aku sangat bersyukur pada Allah, karena
tak disangka akhirnya keringat dan tangis ini pun berbuah manis. Semua ini
menjadi gerbang untuk menggapai mimpi yang selanjutnya, pergi ke Benua Eropa ke
negara dimana Gerbang Brandenburg berdiri dengan megahnya, berharap untuk
bertemu ibu dan membawa medali untuk negeri diajang IOAA.
Antara senang dan sedih bercampur menjadi
satu dan menghampiri perasaan ku saat ini. Aku berbicara pada kakek dan nenek
dan meminta restu pada mereka untuk pergi perjuang ke negeri Jerman, sembari
menanyakan dimana alamat ibuku bekerja. Aku tak tega meninggalkan kakek dan
nenekku sendiri, namun mereka mendukungku dan mendoakanku sehingga aku bisa
berangkat dengan lega.
“Nek, Kek, Alhamdulillah Ayyas diberi
kesempatan sama Allah untuk ikut olimpiade astronomi internasional di Jerman.
Siapa tahu Ayyas juga bisa ketemu sama ibu disana, Ayyas minta doa restu dari
Kakek sama Nenek,” ucapku lirih.
“Alhamdulillah, Ayyas, Kakek dan Nenek
pasti mendukung Ayyas dan mendoakan yang terbaik buat Ayyas, Kakek mengizinkan
Ayyas untuk pergi ke Jerman sana,” jawab kakek sambil menepuk punggungku.
“Iya Ayyas, jaga dirimu baik-baik ya Nak,
Kakek dan Nenek bangga sama kamu, harumkanlah negerimu ini, semoga disana kamu
bisa bertemu ibumu juga, Aamiin,” jawab nenek dengan mata yang berkaca-kaca.
Sebulan berlalu, tiba saatnya aku pergi
sejenak meninggalkan tanah air tercinta, kini aku harus mengangkasa menembus
awan, menaklukan perbedaan waktu dan kebudayaan, dan beradaptasi dengan negeri
yang menjuarai piala dunia 2014 ini. Tahun ini IOAA diselenggarakan di kota
yang dulunya menjadi ibu kota negara Jerman sebelum akhirnya digantikan oleh
Berlin. Kota Bonn tepatnya. Perjalanan kurang lebih memakan waktu 14 jam.
Hingga akhirnya aku dan kontingen Indonesia mendarat di Flughafen Düsseldorf1
(Bandara
Dusseldorf) yang merupakan bandara terbesar di negara bagian North
Rhine-Westphalia, Jerman sekaligus menjadi bandara terbesar ketiga di negara
ini.
Tulisan Willkommen
in Deutschland2 yang berarti selamat datang di Jerman terpampang
jelas di Bonn Hotel yang menjadi tempat penginapan para peserta IOAA dari
berbagai belahan dunia. Tata kota yang khas dengan ditemani musik klasik karya
Ludwig van Beethoven yang lahir di kota ini pun membuatku sadar bahwa aku
benar-benar berada di Eropa. IOAA tahun ini sama seperti tahun-tahun
sebelumnya, tidak jauh berbeda dengan rangkaian tes saat olimpiade di Indonesia,
yang membuat ajang ini berbeda mungkin hanya bahasa dan tingkat kesulitan yang
semakin tinggi. Sekarang aku harus istirahat, karena besok pagi acara pembukaan
akan dilaksanakan.
Perlahan
matahari mulai menembus cakrawala benua Eropa. Memberi gradasi warna yang
cantik di tengah-tengah Kota Bonn yang manis dan unik. Acara pembukaan hari ini
berlangsung dengan lancar dan meriah. Kami disambut dengan Tarian Walz yang diperagakan
oleh wanita Jerman yang anggun dengan pakaian Dindrl3 dan
laki-laki Jerman yang gagah yang mengenakan Lederhosen4.
Ditambah lagi dengan camilan khas Jerman Lebkuchen5 dan Pretzel6
yang merupakan kue khas Jerman memperlengkap acara pembukaan hari ini.
Esoknya acara
yang menegangkan dimulai. Ronde teori akan dilaksanakan di Rheinische Friedrich-Wilhelms-Universität Bonn (Universitas
Bonn). Dengan modal tekad dan semangat yang kuat aku siap menghadapi soal yang
akan diujikan hari ini, walaupun rasa takut tak jarang menghampiriku. Alat
tulis dengan setia menemaniku untuk berjuang, mereka menari-nari di atas
secarik kertas penuh harapan, membentuk sebuah jawaban akan soal-soal yang
diberikan. Tak terasa 4 jam waktu yang disediakan berlalu dengan cepatnya.
Akhirnya ronde teori berhasil diselesaikan, disusul oleh ronde observasi yang
menunggu. Ronde observasi akan dilaksanakan di Bad Münstereifel karena disana terdapat
teleskop radio Effelsberg yang memiliki diameter 100 meter. Teleskop ini
dikelola oleh Max Planck Institute for Radio Astronomy. Pada ronde ini
seperti biasa kita dituntut untuk menunjukkan benda-benda langit yang diminta.
Ronde observasi ini masih menjadi favoritku jika dibanding dengan ronde teori.
Akhirnya semua rangkaian tes selesai, kini aku harus kembali ke hotel untuk
beristirahat karena besok semua peserta diajak untuk berwisata.
“Alhamdulillah semua tes sudah selesai, ya Allah kuserahkan semuanya
padamu, hamba telah melakukan apa yang hamba bisa semaksimal mungkin, karena
hamba tahu olimpiade ini bukan semata-mata untuk medali, tapi untuk mendapat
pengalaman dan meraih ridha-Mu,” pintaku dalam hati.
Hari ini mungkin adalah hari yang paling ditunggu-tunggu oleh semua
peserta, termasuk aku. Setelah menaklukan berbagai tes kini peserta akan
berwisata ke tempat yang menarik di Bonn. Hari ini aku mengunjungi Museum
Koenig yang merupakan museum zoologi yang berada di Bonn. Menyaksikan monumen
Beethoven yang berdiri pada tanggal 12 Agustus 1845. Dan juga aku mengunjungi Deutsches
Museum (Museum Jerman) yang merupakan museum ilmu pengetahuan dan teknologi
terbesar di dunia. Hari ini merupakan hari yang paling menyenangkan yang pernah
kualami. Impian seorang pemuda desa yang setiap harinya bermain ke sawah atau
kebun kini bisa berwisata di Bonn, Jerman yang luar biasa.
“Ya Allah hari ini aku bersyukur atas segala nikmat yang kau beri,”
ucapku dalam hati.
Besok merupakan hari yang paling menegangkan, dimana upacara penutupan
sekaligus pengumuman dan pembagian medali akan dilaksanakan. Malam ini aku
tidak bisa tidur, karena cemas dan takut besok hari aku mengecewakan negeriku
sendiri. Aku pun belum sempat mencari ibu karena jadwal kegiatan yang memang
benar benar padat.
“Ya Allah izinkan aku memberikan sesuatu bagi negeri ini, dan izinkaan
aku bertemu dengan ibuku kembali, Aamiin,” pintaku sambil mencoba memejamkan
mata.
Matahari mulai menyinari hari, membawa janji akan hari yang menentukan,
dimana semua orang dari seluruh dunia memiliki tujuan yang sama untuk datang
kesini dan menjadi pemenang. Upacara penutupan berlangsung meriah sama halnya
dengan upacara pembukaan beberapa hari yang lalu. Tiba saatnya pembawa acara
menyebutkan nama-nama peserta yang berhak dikalungi medali. Dimulai dari siapa
saja yang mendapat perunggu namun nama Muhammad Ayyas tidak tersebut dari bibir
pembawa acara yang fasih berbahasa Inggris dengan aksen bahasa Jermannya yang
khas. Kemudian medali perak, 2 orang temanku dari Indonesia berhasil dikalungi
medali perak, sedangkan namaku tetap tidak tersebut. Dan tiba saatnya aku
mengetahui siapa saja pelajar terbaik di dunia dalam bidang astronomi yang berhak
mendapatkan medali emas IOAA 2016. Hati ini terus berharap semoga namaku
tersebut. Dan akhirnya benar saja, namaku disebutkan diurutan ketiga peraih
medali emas IOAA dan mendapat penghargaan best observation yaitu
penghargaan yang diberikan kepada orang dengan nilai tes observasi tertinggi.
Tubuhku bergetar dengan hebat, aku tak mampu berdiri, dan mataku sudah mulai
basah dan berkaca-kaca. Tak kusangka aku dikalungi sebuah medali emas yang
menjadi mimpiku sejak dulu. Seakan semua perjuangan dan doaku terbayar sudah
hingga akhirnya aku berhasil memberikan sesuatu pada negeri yang sangat
kucintai.
Aku kembali ke timku, dan duduk di kursi yang sudah disediakan. Aku
terdiam membeku, sampai akhirnya ada seseorang yang memelukku dari belakang.
Pelukan ini terasa berbeda, pelukan ini adalah pelukan kasih sayang dan cinta,
pelukan ini menghangatkan jiwa yang masih tak percaya. Entah siapa yang
memelukku dari belakang ini tapi entah kenapa pelukan ini membuat air mataku
tak terbendung lagi sehingga menetes mebasahi tangannya. Hingga rangkaian kata
terucap dari bibirnya.
“Nak Selamat ya, Ibu bangga sama kamu, Ibu minta maaf karena selama ini
ibu tidak bisa menemani kamu hingga kamu bisa menjadi orang berhasil seperti
ini.”
Seketika aku menoleh ke belakang dan memeluk dengan erat sosok wanita
yang paling berjasa di hidupku seakan tidak mau untuk melepasnya lagi.
“Ibu...” Pelukku tanpa mampu berkata-kata lagi. Bibir ini terkunci,
mata ini mengalirkan muara air surgawi yang tak bisa ditahan lagi, tangan ini
tak mampu melepas ikatan cinta antara kami.
Akhirnya tangis itu berubah menjadi senyum
bahagia, aku dan ibu melepas rindu lewat cerita. Ternyata pembinakulah yang
membawa ibu hingga ibu bisa berdiri dihadapanku. Aku sangat bersyukur dan
berterimakasih atas hadiah terbesar hari ini. Akhirnya aku dapat meraih mimpiku
untuk mendapat medali dan bertemu ibu yang sangat aku cintai. Ini merupakan
hari teristimewa sekaligus hari terakhirku di Jerman, karena besok aku harus
kembali lagi ke Indonesia, dan kabar baiknya ibu sudah tidak bekerja lagi
disini, dan akan pulang bersamaku.
Sungguh waktu begitu cepat berlalu.
Semburan kuning sang fajar mulai terlihat di atas horizon. Rasanya berat
meninggalkan Bonn yang banyak memberi kejutan dan kenangan manis begitu saja.
Tapi aku harus kembali ke negeriku, negeri yang membuat ini semua terjadi. Dan
aku akan selalu mengabdi pada tanah airku Indonesia, dan mewujudkan
mimpi-mimpiku selanjutnya untuk membangun negaraku agar negaraku maju seperti
negara-negara di benua Eropa ini.
Rasanya Adolf Hitler melarangku pergi,
alunan musik klasik Beethoven merayuku tuk tinggal disini. Kota Bonn yang
cantik memberiku kepingan memori manis semanis kue Pretzel. Gerbang Brandenburg memberiku tekad dan semangat yang
kuat. Tapi janji dan baktiku pada Indonesia tak dapat dibeli, dan kini ku harus
kembali. Selamat tinggal Jerman. Auf
Wiedersehen7.
Semua orang adalah pemimpi. Mereka melihat
segalanya bagaikan kabut lembayung pada musim semi, atau sebagai api yang membakar
pada malam musim dingin. Beberapa dari kita membiarkan suatu impian mati, namun
yang lain memupuk dan melindunginya, merawatnya dalam hari-hari buruk hingga
membawanya ke sinar matahari dan juga cahaya yang selalu menghampiri mereka
yang selalu berharap impiannya akan menjadi nyata. Karena masa depan adalah
milik mereka yang percaya pada keindahan mimpi-mimpi mereka. Dan kesuksesan itu
berawal dari mimpi yang dilanjutkan dengan ikhtiar dan tawakal tiada henti.
1 Bandara Dusseldorf
2 Selamat Datang di Jerman
3 Pakaian Jerman
untuk perempuan
4
Pakaian Jerman untuk laki-laki
5
dan 6 Kue manis khas Jerman
7
Ucapan selamat tinggal dalam bahasa
Jerman
P.S : Cerpen ini saya buat untuk memenuhi tugas Bahasa Indonesia saat kelas 11, jadi maaf kalau banyak kekurangan hehe 😅
Saturday, 27 May 2017
The Special Birthday Gift in The Special Day : Ramadan 1438 H
Assalamualaikum Wr. Wb
Bulan Ramadan adalah bulan yang sangat spesial bagi seluruh
muslim di dunia, bagaimana tidak ? Semua kebaikan dan anugerah diberikan kepada
umat muslim pada bulan yang penuh berkah ini. Oleh karena itu hendaknya kita
sebagai umat muslim menyambut Bulan Ramdan ini dengan kegembiraan serta meminta
pertolongan kepada Allah untuk diberi kekuatan dan keistiqomahan dalam berpuasa
serta menjalankan amalan shalih lainnya.
Hari ini sungguh merupakan hari yang istimewa bagi saya
karena hari ini saya berulang tahun yang ke-18 dan alhamdulillahnya saya
mendapatkan kado terkeren yang pernah saya dapat, yaitu hari ulang tahun saya
bertepatan dengan hari pertama Bulan Suci Ramadan 1438 H. Mungkin bagi sebagian
orang sih biasa saja, tapi menurut saya ini adalah fenomena yang langka yang
belum tentu setiap orang mengalaminya haha :).
Saya benar-benar bersyukur Allah memberi saya kado spesial
ini, saya harap dengan diberinya kado ini saya bisa menjadi pribadi yang lebih
baik yang mematuhi seluruh perintah allah dan menjauhi larangannya, mendapatkan
keberkahan, dan juga dapat menginspirasi dan bermanfaat bagi orang lain.
Aamiin.
So, happy fasting to all muslims around the world, may Allah
always bless us.
Marhaban ya Ramadan - Hayırlı Ramazanlar - Selamat menunaikan ibadah puasa
I got a special birthday gift from Allah, the gift is today, today it’s not only my birthday, but it also the first day of Ramadan 1438 H, and I think it’s really awesome, Alhamdulillah
Wassalamualaikum Wr. Wb


