Tuesday, 6 June 2017

Beasiswa S1 Dunia

Melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi memang dirasa penting, terutama bagi mereka lulusan SMA. Di Indonesia sendiri ada beberapa jalur masuk perguruan tinggi, yaitu SNMPTN, SBMPTN, dan mungkin ujian mandiri yang diselenggarakan oleh beberapa universitas saja. Namun jika kita meng-explore lebih, banyak lho beasiswa-beasiswa untuk melanjutkan pendidikan S1 (undergraduate) di luar negeri, dan yang lebih pentingnya lagi ini BEASISWA ! Kalian gak harus ngebebanin orang tua kalian dalam biaya perkuliahan, atau paling tidak meminimalisir biaya perkuliahan yang harus orang tua bayar. Yuk langsung saja kita bahas satu persatu beasiswa-beasiswa S1 dunia yang sudah saya ringkas  😃

1.     Türkiye Bursları
Beasiswa ini diselenggarakan oleh Yurtdışı Türkler ve Akraba Topluluklar Başkanlığı (YTB) atau Repbulic of Turkiye Prime Ministry Presidency Turks Aboard and Related Communities semacam Kementrian Luar Negerinya Turki gitu. Beasiswa ini bersifat fully funded yang menanggung biaya pendidikan, biaya hidup, tempat tinggal jika tinggal di asrama pemerintah, tiket pesawat pada saat keberangkatan dan pada saat nanti lulus dan pulang ke negeri asalnya, dan biaya belajar bahasa Turki selama setahun.
 Seleksi beasiswa YTB ini terdiri dari dua tahap, yaitu tahap seleksi berkas dan tahap interview. Untuk seleksi berkas, dokumen yang dibutuhkan seperti kartu identitas (Paspor/KTP/KK/Akta kelahiran), transkrip nilai SMA, Ijazah (kalau sudah ada), surat rekomendasi, dan sertifikat, oh iya diusahakan semua dokumennya ditranslate kedalam bahasa Inggris ya, kecuali sertifikat dan kartu identitas.
Setelah lolos tahap seleksi berkas ini, maka akan lanjut ke tahap interview yang biasanya lokasinya di Kedubes Turki di Jakarta, tapi untuk tahun 2017 ini lokasinya di JS Luwangsa Hotel Jakarta. Kemudian setelah interview, kita akan menunggu selama beberapa bulan sampai pengumuman akhir diumumkan.
Oh iya, kebetulan sekarang ini saya sedang dalam proses seleksi beasiswa ini, Alhamdulillah sekarang sedang menunggu pengumuman akhirnya setelah kemarin tanggal 9 Mei 2017 proses interview dilaksanakan. Mohon doanya ya teman-teman agar saya dapat lolos beasiswa ini. InsyaAllah saya akan menulis tentang beasiswa ini lebih lengkap pada postingan berikutnya.

2.       Monbukagakusho
Yup, dari namanya kita bisa menebak beasiswa ini diberikan oleh pemerintah Jepang. Beasiswa ini juga bersifat fully funded, fasilitas yang diberikan hampir sama dengan beasiswa Turki, tapi tidak termasuk asrama cmiiw. Sebelum masuk univ yang dituju, penerima beasiswa ini pun akan belajar bahasa Jepang dulu selama setahun. Ada syarat khusus untuk mendaftar beasiswa ini, jika kalian ingin mendaftar untuk program S1, rata-rata nilai UN kalian minimal 8,4, dan jika ingin mendaftar program D3 atau D2, rata-rata nilai UN kalian minimal 8,0. Jujur saja saya tidak jadi mendaftar beasiswa ini karena saya ingin mendaftar program S1 tapi rata-rata nilai UN saya kurang dari 8,4 walaupun kurang 0,sekian 😅.
Untuk seleksinya pertama yang pasti seleksi berkas, kemudian setelah lolos seleksi berkas akan ada tes tertulis, dan jika lolos tes tertulis akan ada seleksi interview. Untuk lebih lengkapnya kalian bisa cek di link berikut : http://www.id.emb-japan.go.jp/sch_slta2018.html. Ganbatteee ! hehe 💪

3.       Mitsui Bussan
Mitsui Bussan ini adalah beasiswa bagi kalian yang ingin melanjutkan pendidikan kalian ke Jepang yang diselenggarakan oleh Mitsui & Co., Ltd. Beasiswa ini juga fully funded, mencakup biaya pendidikan, tiket pesawat ke Jepang, akomodasi, dll. Tapi jujur saja, persaingan untuk memperbutkan beasiswa ini sangat-sangat ketat, karena pada akhirnya hanya akan menyisakan DUA pendaftar saja yang akan dinobatkan sebagai Awardee Mitsui Bussan Scholarship ini.
Untuk seleksinya sendiri dimulai dari seleksi berkas, tes tulis yang terdiri dari Matematika dan Bahasa Inggris, tes psikologi dan kesehatan, dan terakhir seleksi interview. Saya sempat mendaftar beasiswa ini, akan tetapi karena mungkin saya kurang begitu mempersiapkan untuk beasiswa ini, saya tidak lolos walaupun hanya seleksi berkas. Oke, buat yang penasaran lebih lanjut tentang beasiswa ini, bisa dicek di web resminya Mitsui Bussan : https://www.mbkscholarship-id.com/.

4.       Chinese Government Scholarship
Beasiswa pemerintah China ini bersifat fully funded, mencakup biaya kuliah, tempat tinggal, buku, asuransi kesehatan, dan tentunya uang saku, tapi tanpa tiket pesawat. Oh iya kalau saya tidak salah, beasiswa ini hanya ada seleksi berkas saja lho, tanpa seleksi interview, kecuali kalau ada universitas yang mengharuskan interview. Untuk informasi lebih lanjut bisa dicek di blog yang membahas beasiswa ini secara lengkap, linknya : https://beasiswachina.wordpress.com/.

5.       Korean Government Scholarship Program (KGSP)
Beasiswa ini cocok banget buat kalian yang pengen banget kuliah di Korea Selatan. Beasiswa ini juga bersifat fully funded mencakup biaya pendidikan, tunjangan kedatangan dan kepulangan, biaya hidup, tiket pesawat, dll. Karena saya tidak daftar beasiswa ini, selengkapnya dapat dilihat di web resminya : http://www.niied.go.kr/eng/contents.do?contentsNo=78&menuNo=349.

Selain beasiswa-beasiswa di atas yang sudah saya sebutkan, masih banyak lagi beasiswa-beasiswa untuk undergraduate program seperti Beasiswa Pemerintah Russia, Beasiswa Pemerintah Brunei Darussalam, Beasiswa Pemerintah Republik Ceko, dan beasiswa yang diselenggarakan oleh beberapa universitas tertentu. Namun saya tidak dapat menjelaskannya satu persatu, karena selain banyak sekali, saya pun tidak daftar semua program beasiswa tersebut. Jika kalian tertarik, silakan cari informasinya sendiri ya, jangan jadi pejuang malas !
Jadi untuk teman-teman yang membaca tulisan ini saya berpesan jangan takut untuk melanjutkan pendidikan kalian ! Sekarang ini sudah banyak beasiswa-beasiswa yang bertebaran, apalagi kita juga berkesempatan untuk belajar di negeri orang, gratis pula. Sekarang tinggal kalian yang menentukan, berani untuk mencoba atau diam dan membuang kesempatan yang kalian punya ? Intinya jangan takut untuk mencoba dan jangan takut untuk bermimpi ! Semangaaatt !

It's big world out there, it would be a shame not to experience it.



Wednesday, 31 May 2017

Cerpen : Mimpi

MIMPI
KARYA TAUFIK MUHAMAD Y

Mimpi, semua orang di dunia ini pasti mempunyai mimpi, namun ada yang bangun dan berusaha mengejar mimpinya hingga dia bisa mewujudkannya, ada juga yang hanya bermimpi dalam tidurnya tanpa mau berusaha.
Mentari mengintip di celah-celah rumahku yang terbuat dari bambu. Sebenarnya rumah sederhana ini bukan milikku, tetapi milik Kakek dan Nenekku. Lalu kemana kedua orang tuaku ? Ayahku meninggal ketika aku berusia 6 tahun, hal ini membuat ibuku membuat sebuah keputusan yang sangat menentukan, keputusan yang membuat hatinya berperang, hingga akhirnya tekad ibuku sudah bulat, dan keputusan itu terlontar dari bibirnya yang merah karena diselimuti pembuluh darah. Ibuku memutuskan untuk menjadi pahlawan, pahlawan devisa bagi negara, sekaligus pahlawan berhati intan bagi keluarga, teruatama bagi diriku anak semata wayangnya.
Almarhum ayahku adalah seorang pelaut, belialulah yang mengajarkanku bagaimana menaklukan ombak kehidupan yang ganas, melawan badai yang menerjang dengan tekad dan semangat seorang pejuang, dan ayahkupun mengajarkanku tentang butiran berlian di langit gelap yang menari dengan harmoni sehingga membentuk pola yang indah, itulah yang kita kenal sebagai rasi bintang.
Oh ya, perkenalkan namaku Muhammad Ayyas, aku adalah pemuda sederhana yang mempunyai banyak mimpi dan cita-cita, walaupun aku selalu bertanya bagaimana cara aku untuk mewujudkan semuanya. Sejak waktu membuatku tak bisa bersama dengan ayah dan ibuku, kini aku tinggal bersama kakek dan nenekku. Merekalah yang membuatku seperti ini, tak lupa bantuan dari ibuku yang mengais rezeki di negeri Jerman. Hingga akhirnya aku bisa merasakan pendidikan di tingkat sekolah menengah atas. Mencapai ini semua tak semudah membalikan telapak tangan, aku harus berjalan setapak demi setapak untuk mencapai puncak. Karena nyaris saja aku tak bisa melanjutkan sekolahku karena lagi-lagi faktor ekonomi yang tak mengizinkan. Tapi ternyata Allah mempunyai rencana yang indah, hingga aku bisa mengenal masa-masa putih abu yang penuh cerita dan mebuatku jatuh cinta pada ilmu yang bernama astronomi yang mengantarkanku pada masa keemasanku.
Rembulan mulai menampakkan diri, menjadi sumber cahaya di tengah kegelapan malam yang menenangkan, ditemani miliaran bintang yang berlari-lari membentuk sebuah konstelasi. Mereka siap menjadi saksi akan semua mimpi-mimpiku. Hingga bintang jatuh pun yang sebenarnya hanyalah meteor yang ingin menghampiri bumi pun ikut menghantarkan mimpi ini tuk disampaikan pada Illahi Rabbi. Inilah kebiasaanku saat malam hari, menikmati maha karya Allah yang tiada tertandingi, sembari merangkai kenanganku bersama ayah yang selalu mengajarkanku pengetahuan mengenai bintang-bintang. Tak jarang nenekku selalu marah, karena aku terlalu asyik bercengkrama dengan malam.
“Ayyas ! Cepat masuk ke dalama rumah, ini sudah malam, cepat tidur nak !” tegur nenek dengan lirih.
“Iya Nek, sebentar lagi Ayyas masuk, Ayyas sedang mencari Deneb, Vega, dan Altair. Hari ini mereka membentuk segitiga musim panas Nek,” jawabku karena ingin mengulur waktu.
Oh ya, mimpi terbesarku kali ini cukup sederhana, aku hanya ingin bertemu dengan permata hati yang sudah lama pergi ke negeri tempat berdirinya Nazi hanya untuk mencari rezeki.Tapi bagaimana caraku untuk mewujudkannya, rasanya mustahil bagi pemuda sepertiku untuk pergi ke sana. Jangankan untuk membeli tiket pesawat, untuk pergi ke sekolah saja terkadang aku harus berjalan kaki. Tapi aku tetap yakin, kalau Allah mengizinkanku pasti aku bisa bertemu dengan ibu. Aku percaya Allah telah menyiapkan rencana yang sangat indah yang entah kapan terjadinya.
Masa SMA membawaku pada sebuah kompetisi yang dikenal dengan Olimpiade Sains Nasional. Hati dan pikiran ini bercampur aduk bagaikan larutan kimia yang dicampurkan dan menghasilkan sebuah ledakan ketika aku tahu bahwa sekolah menunjukku sebagai perwakilan pada bidang Astronomi.
“Yas, bulan depan akan ada OSN , nah kamu mau ya kalau menjadi perwakilan sekolah kita di bidang astronomi,” sahut Pak Arif guru fisikaku, karena memang di SMA tidak ada  matapelajaran astronomi.
Seketika aku mematung seolah ada gravitasi yang mencengkramku dengan sangat kuat. Otakku berputar dengan hebat memikirkan jawaban dari pertanyaan Pak Arif. Namun setelah lama hati dan pikiran ini berdebat akhirnya aku memberanikan diri untuk mencoba.
“Baik Pak, Insyaallah saya siap, mohon bimbingannya ya Pak,” kata-kata itu terucap dari bibirku yang kaku begitu saja.
Teman-temanku bertambah banyak, selain indahnya langit malam kini hadir tumpukan buku serta kalkulator yang selalu setia menemainku. Tak lupa juga Raka dan Aufa, mereka dua orang sahabat yang selalu memberiku semangat, ya mereka juga perwakilan sekolah di ajang OSN ini, Raka di bidang kebumian dan aufa di bidang fisika. Tak jarang kami pun sering belajar sampai malam di sekolah. Menghabiskan waktu bersama, sambil bercerita, dan tak jarang kamipun sering dihantui perasaan yang sama, ya takut akan kegagalan.
Hari terlalu cepat berlari seakan ingin memburuku untuk meraih mimpiku ini. Semangatku semakin memuncak setelah aku tahu bahwa ternyata peraih juara di ajang olimpiade ini akan menjadi perwakilan Indonesia di olimpiade internasional. Dan kejutan terus berlanjut karena ternyata untuk International Olympiad on Astronomy and Astrophysic (IOAA) atau olimpiade internasional bidang astronomi dan astrofisika tahun depan diselenggarakan di negeri panzer Jerman. Betapa bahagianya aku bagaikan terbang menembus atmosfer bumi, karena mungkin saja di ajang ini aku bisa bertemu ibu.
“Ayyas, kamu pasti bisa ! Tidak ada yang mustahil di dunia ini dan ingat kamu harus tetap ikhtiar dan tawakal untuk mewujudkan mimpimu itu !” tekadku dalam hati.
Sepertinya sang waktu terlalu cepat tuk berlalu, hingga akhirnya hariku untuk berjuang di medan perangpun tiba. Hari ini ku kumpulkan tekad dan semangat untuk menaklukan rangkaian soal-soal yang sudah panitia persiapkan. Tak lupa aku meminta restu pada kakek dan nenek agar selalu mendoakan cucunya ini yang penuh harap. Hari ini aku siap berhadapan dengan berbagai tes yang akan dilaksanakan. Mulai dari tes teori yang berisikan rangkaian kata dan angka hingga tes observasi yang akan mempertemukanku dengan sahabatku bintang-bintang dan langit malam.
Tes observasi pun dimulai, disini aku dihadapkan dengan soal sebanyak 30 buah dengan waktu 3 jam. Walaupun tes teori ini tidak mudah untuk dikalahkan tapi aku tetap berusaha untuk menjawab semuanya, hingga akhirnya tes teori pun selesai. Tes selanjutnya adalah tes observasi yang dilakukan di lapangan. Aku diminta untuk menunjukkan rasi-rasi bintang yang sudah akrab denganku, seperti Orion sang pemburu, Crux rasi layang-layang penunjuk arah selatan, Scorpius si kalajengking, dan masih banyak lagi. Hingga akhirnya rangkaian tes pun telah selesai dilaksanakan. Dan aku hanya tinggal menunggu pengumuman yang sangat menetukan, hasil dari olimpiade ini akan diumumkan secara online sekitar 2 minggu yang akan datang.
Jarum jam terus berotasi hingga akhirnya hari yang menentukan itu tiba. Aku meminta Raka untuk membuka hasil tersebut di suatu situs web yang sudah ditentukan, dengan alasan aku terlalu takut untuk melihat hasilnya sendiri dan akupun tidak punya komputer atau handphone untuk mengakses pengumumannya. Esoknya Raka memberitahuku mengenai hasilnya. Saat itulah gelombang bunyi yang dihasilkan Raka terpantul berulang kali dalam sebuah mekanisme pendengaran milikku, menjalar melewati saluran telinga, bergetar hebat di Membran Timpani, diterima oleh Tulang Sanggurdi, dijamu oleh suatu saluran bernama Kanalis Semisirkularis dan diperbolehkan masuk oleh pusat sistem syaraf yang bernama cukup singkat : otak. Ya, aku dinyatakan menjuarai olimpiade ini dan mendapatkan medali emas. Seketika tubuhku terpaku dan bergetar hebat bagaikan lempengan hati dan pikiran yang sedang bertabrakan menghasilkan gempa yang dahsyat.
Aku sangat bersyukur pada Allah, karena tak disangka akhirnya keringat dan tangis ini pun berbuah manis. Semua ini menjadi gerbang untuk menggapai mimpi yang selanjutnya, pergi ke Benua Eropa ke negara dimana Gerbang Brandenburg berdiri dengan megahnya, berharap untuk bertemu ibu dan membawa medali untuk negeri diajang IOAA.
Antara senang dan sedih bercampur menjadi satu dan menghampiri perasaan ku saat ini. Aku berbicara pada kakek dan nenek dan meminta restu pada mereka untuk pergi perjuang ke negeri Jerman, sembari menanyakan dimana alamat ibuku bekerja. Aku tak tega meninggalkan kakek dan nenekku sendiri, namun mereka mendukungku dan mendoakanku sehingga aku bisa berangkat dengan lega.
“Nek, Kek, Alhamdulillah Ayyas diberi kesempatan sama Allah untuk ikut olimpiade astronomi internasional di Jerman. Siapa tahu Ayyas juga bisa ketemu sama ibu disana, Ayyas minta doa restu dari Kakek sama Nenek,” ucapku lirih.
“Alhamdulillah, Ayyas, Kakek dan Nenek pasti mendukung Ayyas dan mendoakan yang terbaik buat Ayyas, Kakek mengizinkan Ayyas untuk pergi ke Jerman sana,” jawab kakek sambil menepuk punggungku.
“Iya Ayyas, jaga dirimu baik-baik ya Nak, Kakek dan Nenek bangga sama kamu, harumkanlah negerimu ini, semoga disana kamu bisa bertemu ibumu juga, Aamiin,” jawab nenek dengan mata yang berkaca-kaca.
Sebulan berlalu, tiba saatnya aku pergi sejenak meninggalkan tanah air tercinta, kini aku harus mengangkasa menembus awan, menaklukan perbedaan waktu dan kebudayaan, dan beradaptasi dengan negeri yang menjuarai piala dunia 2014 ini. Tahun ini IOAA diselenggarakan di kota yang dulunya menjadi ibu kota negara Jerman sebelum akhirnya digantikan oleh Berlin. Kota Bonn tepatnya. Perjalanan kurang lebih memakan waktu 14 jam. Hingga akhirnya aku dan kontingen Indonesia mendarat di Flughafen Düsseldorf1 (Bandara Dusseldorf) yang merupakan bandara terbesar di negara bagian North Rhine-Westphalia, Jerman sekaligus menjadi bandara terbesar ketiga di negara ini.
Tulisan Willkommen in Deutschland2 yang berarti selamat datang di Jerman terpampang jelas di Bonn Hotel yang menjadi tempat penginapan para peserta IOAA dari berbagai belahan dunia. Tata kota yang khas dengan ditemani musik klasik karya Ludwig van Beethoven yang lahir di kota ini pun membuatku sadar bahwa aku benar-benar berada di Eropa. IOAA tahun ini sama seperti tahun-tahun sebelumnya, tidak jauh berbeda dengan rangkaian tes saat olimpiade di Indonesia, yang membuat ajang ini berbeda mungkin hanya bahasa dan tingkat kesulitan yang semakin tinggi. Sekarang aku harus istirahat, karena besok pagi acara pembukaan akan dilaksanakan.
Perlahan matahari mulai menembus cakrawala benua Eropa. Memberi gradasi warna yang cantik di tengah-tengah Kota Bonn yang manis dan unik. Acara pembukaan hari ini berlangsung dengan lancar dan meriah. Kami disambut dengan Tarian Walz yang diperagakan oleh wanita Jerman yang anggun dengan pakaian Dindrl3 dan laki-laki Jerman yang gagah yang mengenakan Lederhosen4. Ditambah lagi dengan camilan khas Jerman Lebkuchen5 dan Pretzel6 yang merupakan kue khas Jerman memperlengkap acara pembukaan hari ini.
Esoknya acara yang menegangkan dimulai. Ronde teori akan dilaksanakan di Rheinische Friedrich-Wilhelms-Universität Bonn (Universitas Bonn). Dengan modal tekad dan semangat yang kuat aku siap menghadapi soal yang akan diujikan hari ini, walaupun rasa takut tak jarang menghampiriku. Alat tulis dengan setia menemaniku untuk berjuang, mereka menari-nari di atas secarik kertas penuh harapan, membentuk sebuah jawaban akan soal-soal yang diberikan. Tak terasa 4 jam waktu yang disediakan berlalu dengan cepatnya. Akhirnya ronde teori berhasil diselesaikan, disusul oleh ronde observasi yang menunggu. Ronde observasi akan dilaksanakan di  Bad Münstereifel karena disana terdapat teleskop radio Effelsberg yang memiliki diameter 100 meter. Teleskop ini dikelola oleh Max Planck Institute for Radio Astronomy. Pada ronde ini seperti biasa kita dituntut untuk menunjukkan benda-benda langit yang diminta. Ronde observasi ini masih menjadi favoritku jika dibanding dengan ronde teori. Akhirnya semua rangkaian tes selesai, kini aku harus kembali ke hotel untuk beristirahat karena besok semua peserta diajak untuk berwisata.
“Alhamdulillah semua tes sudah selesai, ya Allah kuserahkan semuanya padamu, hamba telah melakukan apa yang hamba bisa semaksimal mungkin, karena hamba tahu olimpiade ini bukan semata-mata untuk medali, tapi untuk mendapat pengalaman dan meraih ridha-Mu,” pintaku dalam hati.
Hari ini mungkin adalah hari yang paling ditunggu-tunggu oleh semua peserta, termasuk aku. Setelah menaklukan berbagai tes kini peserta akan berwisata ke tempat yang menarik di Bonn. Hari ini aku mengunjungi Museum Koenig yang merupakan museum zoologi yang berada di Bonn. Menyaksikan monumen Beethoven yang berdiri pada tanggal 12 Agustus 1845. Dan juga aku mengunjungi Deutsches Museum (Museum Jerman) yang merupakan museum ilmu pengetahuan dan teknologi terbesar di dunia. Hari ini merupakan hari yang paling menyenangkan yang pernah kualami. Impian seorang pemuda desa yang setiap harinya bermain ke sawah atau kebun kini bisa berwisata di Bonn, Jerman yang luar biasa.
“Ya Allah hari ini aku bersyukur atas segala nikmat yang kau beri,” ucapku dalam hati.
Besok merupakan hari yang paling menegangkan, dimana upacara penutupan sekaligus pengumuman dan pembagian medali akan dilaksanakan. Malam ini aku tidak bisa tidur, karena cemas dan takut besok hari aku mengecewakan negeriku sendiri. Aku pun belum sempat mencari ibu karena jadwal kegiatan yang memang benar benar padat.
“Ya Allah izinkan aku memberikan sesuatu bagi negeri ini, dan izinkaan aku bertemu dengan ibuku kembali, Aamiin,” pintaku sambil mencoba memejamkan mata.
Matahari mulai menyinari hari, membawa janji akan hari yang menentukan, dimana semua orang dari seluruh dunia memiliki tujuan yang sama untuk datang kesini dan menjadi pemenang. Upacara penutupan berlangsung meriah sama halnya dengan upacara pembukaan beberapa hari yang lalu. Tiba saatnya pembawa acara menyebutkan nama-nama peserta yang berhak dikalungi medali. Dimulai dari siapa saja yang mendapat perunggu namun nama Muhammad Ayyas tidak tersebut dari bibir pembawa acara yang fasih berbahasa Inggris dengan aksen bahasa Jermannya yang khas. Kemudian medali perak, 2 orang temanku dari Indonesia berhasil dikalungi medali perak, sedangkan namaku tetap tidak tersebut. Dan tiba saatnya aku mengetahui siapa saja pelajar terbaik di dunia dalam bidang astronomi yang berhak mendapatkan medali emas IOAA 2016. Hati ini terus berharap semoga namaku tersebut. Dan akhirnya benar saja, namaku disebutkan diurutan ketiga peraih medali emas IOAA dan mendapat penghargaan best observation yaitu penghargaan yang diberikan kepada orang dengan nilai tes observasi tertinggi. Tubuhku bergetar dengan hebat, aku tak mampu berdiri, dan mataku sudah mulai basah dan berkaca-kaca. Tak kusangka aku dikalungi sebuah medali emas yang menjadi mimpiku sejak dulu. Seakan semua perjuangan dan doaku terbayar sudah hingga akhirnya aku berhasil memberikan sesuatu pada negeri yang sangat kucintai.
Aku kembali ke timku, dan duduk di kursi yang sudah disediakan. Aku terdiam membeku, sampai akhirnya ada seseorang yang memelukku dari belakang. Pelukan ini terasa berbeda, pelukan ini adalah pelukan kasih sayang dan cinta, pelukan ini menghangatkan jiwa yang masih tak percaya. Entah siapa yang memelukku dari belakang ini tapi entah kenapa pelukan ini membuat air mataku tak terbendung lagi sehingga menetes mebasahi tangannya. Hingga rangkaian kata terucap dari bibirnya.
“Nak Selamat ya, Ibu bangga sama kamu, Ibu minta maaf karena selama ini ibu tidak bisa menemani kamu hingga kamu bisa menjadi orang berhasil seperti ini.”
Seketika aku menoleh ke belakang dan memeluk dengan erat sosok wanita yang paling berjasa di hidupku seakan tidak mau untuk melepasnya lagi.
“Ibu...” Pelukku tanpa mampu berkata-kata lagi. Bibir ini terkunci, mata ini mengalirkan muara air surgawi yang tak bisa ditahan lagi, tangan ini tak mampu melepas ikatan cinta antara kami.
Akhirnya tangis itu berubah menjadi senyum bahagia, aku dan ibu melepas rindu lewat cerita. Ternyata pembinakulah yang membawa ibu hingga ibu bisa berdiri dihadapanku. Aku sangat bersyukur dan berterimakasih atas hadiah terbesar hari ini. Akhirnya aku dapat meraih mimpiku untuk mendapat medali dan bertemu ibu yang sangat aku cintai. Ini merupakan hari teristimewa sekaligus hari terakhirku di Jerman, karena besok aku harus kembali lagi ke Indonesia, dan kabar baiknya ibu sudah tidak bekerja lagi disini, dan akan pulang bersamaku.
Sungguh waktu begitu cepat berlalu. Semburan kuning sang fajar mulai terlihat di atas horizon. Rasanya berat meninggalkan Bonn yang banyak memberi kejutan dan kenangan manis begitu saja. Tapi aku harus kembali ke negeriku, negeri yang membuat ini semua terjadi. Dan aku akan selalu mengabdi pada tanah airku Indonesia, dan mewujudkan mimpi-mimpiku selanjutnya untuk membangun negaraku agar negaraku maju seperti negara-negara di benua Eropa ini.
Rasanya Adolf Hitler melarangku pergi, alunan musik klasik Beethoven merayuku tuk tinggal disini. Kota Bonn yang cantik memberiku kepingan memori manis semanis kue Pretzel. Gerbang Brandenburg memberiku tekad dan semangat yang kuat. Tapi janji dan baktiku pada Indonesia tak dapat dibeli, dan kini ku harus kembali. Selamat tinggal Jerman. Auf Wiedersehen7.
Semua orang adalah pemimpi. Mereka melihat segalanya bagaikan kabut lembayung pada musim semi, atau sebagai api yang membakar pada malam musim dingin. Beberapa dari kita membiarkan suatu impian mati, namun yang lain memupuk dan melindunginya, merawatnya dalam hari-hari buruk hingga membawanya ke sinar matahari dan juga cahaya yang selalu menghampiri mereka yang selalu berharap impiannya akan menjadi nyata. Karena masa depan adalah milik mereka yang percaya pada keindahan mimpi-mimpi mereka. Dan kesuksesan itu berawal dari mimpi yang dilanjutkan dengan ikhtiar dan tawakal tiada henti.

1 Bandara Dusseldorf
2 Selamat Datang di Jerman
3 Pakaian Jerman untuk perempuan
4 Pakaian Jerman untuk laki-laki
5 dan 6 Kue manis khas Jerman

7 Ucapan selamat tinggal dalam bahasa Jerman

P.S : Cerpen ini saya buat untuk memenuhi tugas Bahasa Indonesia saat kelas 11, jadi maaf kalau banyak kekurangan hehe 😅

Saturday, 27 May 2017

The Special Birthday Gift in The Special Day : Ramadan 1438 H

Assalamualaikum Wr. Wb

Bulan Ramadan adalah bulan yang sangat spesial bagi seluruh muslim di dunia, bagaimana tidak ? Semua kebaikan dan anugerah diberikan kepada umat muslim pada bulan yang penuh berkah ini. Oleh karena itu hendaknya kita sebagai umat muslim menyambut Bulan Ramdan ini dengan kegembiraan serta meminta pertolongan kepada Allah untuk diberi kekuatan dan keistiqomahan dalam berpuasa serta menjalankan amalan shalih lainnya.


Hari ini sungguh merupakan hari yang istimewa bagi saya karena hari ini saya berulang tahun yang ke-18 dan alhamdulillahnya saya mendapatkan kado terkeren yang pernah saya dapat, yaitu hari ulang tahun saya bertepatan dengan hari pertama Bulan Suci Ramadan 1438 H. Mungkin bagi sebagian orang sih biasa saja, tapi menurut saya ini adalah fenomena yang langka yang belum tentu setiap orang mengalaminya haha :).

Saya benar-benar bersyukur Allah memberi saya kado spesial ini, saya harap dengan diberinya kado ini saya bisa menjadi pribadi yang lebih baik yang mematuhi seluruh perintah allah dan menjauhi larangannya, mendapatkan keberkahan, dan juga dapat menginspirasi dan bermanfaat bagi orang lain. Aamiin.

So, happy fasting to all muslims around the world, may Allah always bless us.

Marhaban ya Ramadan - Hayırlı Ramazanlar - Selamat menunaikan ibadah puasa

I got a special birthday gift from Allah, the gift is today, today it’s not only my birthday, but it also the first day of Ramadan 1438 H, and I think it’s really awesome, Alhamdulillah
Wassalamualaikum Wr. Wb